Berita Populer

جمع

Statistik Seram Turunnya Populasi Jepang: Apa yang Menjadi Penyebab dan Dampaknya?

Populasi Jepang mengalami masalah besar terkait penurunan jumlah penduduk dan rendahnya angka kelahiran, bahkan ada pejabat pemerintah Jepang yang mengkhawatirkan negaranya bisa lenyap. Data terbaru menunjukkan bahwa populasi Jepang turun 556 ribu di tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga jumlah penduduk Jepang hanya mencapai 124,9 juta orang. Ini menunjukkan bahwa penduduk Jepang telah mengalami penurunan selama 12 tahun berturut-turut.

Kenapa Populasi Jepang Terus Menurun?

Salah satu faktor penyebab menurunnya angka kelahiran di Jepang adalah karena meningkatnya populasi usia lanjut atau aging population. Kurangnya anak-anak yang lahir di Jepang disebabkan oleh dua faktor utama, yakni:

  • Kurangnya gairah untuk menikah : Fenomena ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti beban kerja yang tinggi, rendahnya upah, dan banyaknya kesibukan yang membuat orang kehilangan waktu dan kesempatan untuk menikmati hidup bersama pasangan.
  • Tingginya biaya hidup dan pengasuhan anak : Tingginya biaya hidup dan pengasuhan anak menyebabkan banyak pasangan menunda atau bahkan mengurungkan keinginannya untuk menikah dan memiliki anak.

Jumlah orang tua di atas 65 tahun di Jepang mencakup 28,6% dari total jumlah penduduk, sehingga merupakan persentase tertinggi di dunia. Di sisi lain, anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun hanya mencapai 11,8%, sehingga merupakan jumlah terendah di dunia. Selain itu, jumlah anak-anak di Jepang saat ini tercatat 13 juta lebih rendah dibandingkan di tahun 1950.

Dampak Menurunnya Populasi Jepang

Menurunnya populasi Jepang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, antara lain:

  • Penurunan jumlah tenaga kerja : Jumlah tenaga kerja akan semakin menurun seiring dengan menurunnya jumlah penduduk di Jepang. Hal ini akan berdampak pada sektor perekonomian Jepang secara keseluruhan.
  • Penurunan pertumbuhan ekonomi : Dengan semakin menurunnya jumlah tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi Jepang juga akan merosot. Seekor litik lama mengatakan bahwa jika masalah ini tidak segera ditangani, maka pertumbuhan ekonomi di Jepang akan sulit dijaga atau bahkan menurun.
  • Penurunan kualitas hidup masyarakat : Jika populasi Jepang terus menurun, maka hal ini dapat berdampak pada berkurangnya pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
  • Lenyapnya identitas budaya Jepang : Dengan semakin sedikitnya penduduk Jepang, maka identitas budaya Jepang dapat terancam punah. Hal ini juga dapat berdampak pada bidang pariwisata, karena jumlah pengunjung ke Jepang dapat menurun.

Upaya Pemerintah Jepang

Pemerintah Jepang telah berupaya untuk menyelesaikan masalah populasi dan angka kelahiran dengan cara memberikan insentif bagi warganya yang menikah dan memiliki anak. Namun, banyak ahli mengatakan bahwa upaya tersebut tidak cukup efektif. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah Jepang antara lain:

  • Memberikan insentif finansial : Pemerintah Jepang memberikan insentif berupa tunjangan keluarga dan pengurangan pajak untuk mendorong pasangan menikah dan memiliki anak.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat : Terdapat program yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki anak.
  • Membuka pintu bagi imigran : Pemerintah Jepang mengizinkan imigran masuk ke Jepang untuk bekerja dan tinggal, namun, masih banyak orang yang menyatakan penolakan atas rencana tersebut.

Populasi Jepang adalah masalah yang sangat serius bagi negara sakura tersebut. Jika masalah ini tidak segera ditangani, maka dampaknya akan terasa luas dan bisa mengancam masa depan negara Jepang sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang lebih serius untuk menyelesaikan masalah populasi dan angka kelahiran di Jepang.