Berita Populer

جمع

Respon Ketua Bappilu PKN terhadap Tuduhan Adu Domba Anas Urbaningrum dari Demokrat

Ketua Bappilu PKN Bona Simanjuntak dalam balasannya atas tuduhan Ketua Badan Pembina Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron terkait adu domba Anas Urbaningrum menekankan bahwa politik harus dilakukan dengan dewasa. Bona menyarankan agar Demokrat tidak terbawa perasaan terkait Anas dan menunjukkan bahwa PKN terlahir dari persahabatan, yang mungkin berbeda dengan Partai Demokrat.

Bona juga mempertanyakan tuduhan Herman Khaeron bahwa PKN ingin mengadu domba Anas. Menurut Bona, pidato Anas setelah bebas dari tahanan pasti memiliki maksud tertentu. Ia juga menyebut bahwa mereka yang merasa terganggu karena pidato Anas adalah orang yang cenderung merasa tersinggung.

Lebih lanjut, Herman Khaeron mengaku kasihan dengan Anas Urbaningrum setelah bebas dari Lapas Sukamiskin karena adanya upaya pengadu domba dari pihak tertentu. Namun, Herman menegaskan bahwa tidak ada masalah antara Anas dan Partai Demokrat serta mempertanyakan ucapan Anas terkait skenario besar yang dianggap tidak berhubungan dengan Partai Demokrat.

Dalam hal ini, PKN menolak tuduhan adu domba yang dituduhkan. Ketua Bappilu PKN Bona Simanjuntak menegaskan bahwa persahabatan di PKN sebagaimana contoh yang ditunjukkan Gede Pasek dan Anas Urbaningrum merupakan hal yang berbeda dengan Partai Demokrat. Kedewasaan politik harus dipertahankan agar elektabilitas tidak turun.