Berita Populer

جمع

Puluhan Negara Mendukung Penggunaan Teknologi AI di Militer dengan Bertanggung Jawab, Indonesia Terlibat

Puluhan negara menandatangani aksi seruan penggunaan AI di bidang militer secara bertanggung jawab dalam Konferensi REAIM 2023 di Den Haag, Belanda. (BP/Antara)

DEN HAAG, – Sebanyak 61 negara menandatangani sebuah Seruan Aksi untuk pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) yang bertanggung jawab di bidang militer. Indonesia merupakan salah satu dari puluhan negara itu.

Menurut Kantor Berita Antara, Indonesia, China, dan Amerika Serikat adalah beberapa negara yang menandatangani seruan tersebut. Kedua negara terakhir memiliki industri kecerdasan buatan dalam militer yang paling maju.

Menutup Konferensi REAIM 2023 di Den Haag, Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra menyatakan, “Inilah waktunya untuk membentuk masa depan kita.” Dalam seruan tersebut, negara-negara diajak untuk mengembangkan kerangka nasional, strategi dan prinsip-prinsip AI yang bertanggungjawab di bidang militer.

Melalui riset, pelatihan, dan peningkatan kapasitas, negara harus meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab di ranah militer. Selain itu, keterlibatan sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi dibutuhkan untuk mempromosikan pengembangan AI yang bertanggung jawab di ranah militer.

Pengembangan teknologi di bidang kecerdasan buatan baru-baru ini banyak terjadi di sektor sipil, sehingga pengembangan AI di militer menjadi tantangan bagi para pemangku kepentingan terkait.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan dialog global terkait kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di bidang militer serta mengajak para pihak untuk mengambil tanggung jawab dalam berkontribusi untuk keamanan dan stabilitas internasional sesuai dengan hukum internasional,” lanjut isi Seruan Aksi tersebut.

Salah satu kekhawatiran terkait pemanfaatan AI di militer adalah pengembangan sistem persenjataan otonom yang tidak lagi melibatkan peran manusia. Oleh karena itu, Belanda mengadakan konferensi mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab di sektor militer (REAIM 2023) di Den Haag.

Konferensi internasional ini diikuti oleh peserta dari 70 negara, ditujukan untuk membahas peluang, tantangan, dan risiko utama yang terkait dengan penggunaan kecerdasan buatan di dunia militer. Belanda dan Korea Selatan bekerja sama menyelenggarakan konferensi ini pada 15-16 Februari. Konferensi serupa akan kembali diadakan tahun depan dengan Korea Selatan menjadi tuan rumah.

(kmb/beritadaribali)