Berita Populer

جمع

Polri Mendorong Pengguna Trading untuk Memperhatikan Legalitas Perusahaan

Kasus penipuan yang melibatkan robot trading belakangan ini menjadi keresahan bagi masyarakat. Polri meminta agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum terjun ke dalam dunia trading.

Perhatikan Legalitas dan Kredibilitas Perusahaan

Polri mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan besar. Masyarakat harus memilih investasi trading yang memiliki legalitas dan kredibilitas yang jelas serta terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa banyak perusahaan trading yang hanya mengaku-aku sebagai perusahaan trading.

Upaya Mencegah Terjadinya Penipuan

Imbauan ini diperlukan agar tidak terjadi lagi penipuan berkedok trading online yang merugikan masyarakat. Polri berupaya mencegah terjadinya penipuan seperti kasus penipuan robot trading ATG yang melibatkan Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo. Wahyu Kenzo ditangkap polisi atas kasus dugaan tindak pidana perdagangan, Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), dan pencucian uang dengan puluhan ribu korban dan kerugian mencapai Rp 9 triliun. Kasus penipuan robot trading ATG yang dikelola PT Pansaky Berdikari Bersama sempat dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Polisi menyebut kasus yang menjerat Wahyu Kenzo tergolong extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

Kini, Wahyu ditahan kepolisian karena kasus tersebut.

Untuk itu, Polri mengajak seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan berkedok trading. Memilih perusahaan yang memiliki legalitas dan kredibilitas yang jelas serta terdaftar di OJK adalah salah satu cara untuk memperkecil risiko terjadinya penipuan.

Sumber: Balihotnews.com