Berita Populer

جمع

Perintah dari Firli Bahuri dan Kawan-Kawan Membuat Brigjen Endar Tak Bisa Masuk KPK


Brigjen Endar Priantoro, mantan Direktur Penyelidikan di KPK, hari ini merasa kecewa karena ia tidak bisa bekerja di KPK seperti biasa. Bahkan statusnya sebagai pegawai biasa di KPK pun tidak diakui. Endar menyampaikan bahwa ia dilarang untuk masuk ke kantor KPK berdasarkan perintah dari pimpinan KPK yang dikonfirmasi oleh Kabiro Umum.

Endar mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Senin (10/4/2023). Meskipun demikian, Endar beranggapan ia masih memiliki hak untuk bekerja di KPK berdasarkan surat tugas dari instansi asalnya, yaitu Polri. Ia juga menyatakan bahwa bila ia tidak diizinkan untuk masuk, maka ia akan tetap meminta izin kepada pimpinan Polrinya.

Endar menjelaskan ia akan lebih fokus mengurus aduannya ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Endar mengadukan polemik ini ke Dewas KPK dan berharap Dewas akan menyelesaikan masalah ini.

Seperti diketahui, KPK mencopot Endar dari jabatan Direktur Penyelidikan dengan alasan masa tugasnya dari Polri telah berakhir pada 31 Maret 2023. Namun, surat penunjukan Endar masih berlaku hingga saat ini karena telah diperpanjang oleh Kapolri. Polemik ini semakin diperparah oleh respons dari Firli Bahuri, Ketua KPK, yang meminta Endar untuk tidak mengacaukan suasana di KPK.

KPK menegaskan bahwa pencopotan jabatan Endar dilakukan karena masa tugasnya telah berakhir pada 31 Maret 2023 dan KPK tidak mengajukan perpanjangan masa tugasnya. Namun, Endar masih berkukuh bahwa ia masih berhak bekerja di KPK selama ia masih mendapat perintah dari pimpinan Polri dan masalah ini belum selesai secara hukum.

(aud/azh)