Berita Populer

جمع

Pengalaman Menjalankan Puasa di Mesir, Norwegia, Chile, dan Meksiko

Dalam artikel ini akan dibahas pengalaman warga Indonesia dalam menjalankan puasa di beberapa negara, yaitu Mesir, Norwegia, Chile, dan Meksiko. Berikut adalah kisah mereka:

Puasa di Mesir

Munarus Ilyas, warga Indonesia yang menempuh pendidikan S2 di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, sudah berpuasa dan merayakan Lebaran selama delapan tahun di sana. Mesir memiliki populasi yang mayoritas merupakan umat Islam, dan Ilyas mengamati perbedaan suasana Ramadan di Mesir dengan di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa suasana Ramadan di Mesir sangat meriah dengan banyaknya hiasan-hiasan di jalan-jalan dan rumah-rumah, serta adanya tempat buka puasa gratis yang disebut “maidaturrahman”. Ia juga menyebutkan bahwa hidangan berbuka puasa di Mesir sangat lengkap dan meliputi minuman, kurma, dan makanan utama seperti nasi kufta lengkap dengan sayur.

Puasa di Norwegia

Retno Hartanti Tomstad, warga Indonesia yang menetap di Kristiansand, Norwegia selama 22 tahun terakhir, menjalankan puasa walau suaminya dan anak-anaknya bukan Muslim. Menurut Retno, pengalaman puasa terberatnya di Norwegia adalah saat Ramadan jatuh di musim panas sehingga ia harus berpuasa selama 21 jam. Namun, ia tetap berpuasa dengan mengikuti jam dari kota Mekah dan Medinah. Norwegia berpenduduk 5 juta jiwa, dengan mayoritas pemeluk agama Kristen.

Puasa di Chile

Farrah Zilza, warga Indonesia yang tinggal di Santiago, Chile, menyatakan bahwa suasana Ramadan di Indonesia dan Chile sangat berbeda. Namun, ia merasa senang karena tinggal bersama keluarga suaminya yang selalu memberikan dukungan dan mengingatkan adanya makanan di kulkas untuk sahur. Farrah mengungkapkan bahwa di Chile ada sekitar 200 orang asal Indonesia, sedangkan jumlah warga Muslim secara keseluruhan sekitar 2000 orang.

Puasa di Meksiko

Selvi Pertiwi, warga Indonesia yang pindah ke Meksiko setelah menikah dengan pria asal Meksiko, merayakan Ramadan untuk pertama kalinya di Meksiko. Ia merasa sedikit tertolong dengan adanya komunitas Muslim di kota tempat tinggalnya. Meski tidak menjalankan puasa karena sedang hamil, Selvi tetap menemani suaminya dan mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa.

Kesimpulan

Meskipun berada di luar negeri, para warga Indonesia yang menjalankan puasa tetap menjaga kebiasaan dan tradisi lama. Kendati banyak perbedaan suasana Ramadan di masing-masing negara, para warga Indonesia tetap merayakan puasa dengan penuh semangat dan kegembiraan.