Berita Populer

جمع

Pendakian Gunung Abang dan Pura di Kintamani Ditutup Imbas Bayi Kembar Lahir

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Abang Erawang, Kintamani, Bangli, Bali menutup semua aktivitas pendakian ke puncak Gunung Abang dan semua pura di daerah itu sejak 11 April hingga 11 Mei 2023. Hal ini terkait dengan tradisi warga di tiga desa adat yang tergabung dalam Desa Adat Abang Erawang, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali. Lahirnya dua pasang bayi kembar diyakini membuat desa dalam kondisi cuntaka atau kotor. Oleh karena itu, warga tidak diperkenankan masuk ke tempat suci. Artinya, semua pura yang ada di desa harus ditutup.

Kedua ibu dari tiap bayi kembar tersebut adalah warga Desa Adat Erawang, yakni warga Desa Abang Batudinding dan warga Desa Abang Songan. Warga Desa Adat Erawang melahirkan bayi kembar perempuan, sementara warga Desa Abang Songan melahirkan bayi kembar buncing.

Gunung Abang Masih Ditutup

Gunung Abang masih menjadi bagian dari wilayah tiga Desa Adat Abang Erawang. Selain menutup aktivitas pendakian Gunung Abang, warga juga tidak diperkenankan masuk ke wilayah suci atau tempat suci di wilayah tersebut. Kondisi cuntaka terjadi selama 42 hari, terhitung sejak anak kembar lahir. Setelah 42 hari, desa akan menggelar upacara Mesadi dengan rangkaian prosesi upacara balik sumpah di desa, dan setelahnya barulah aktivitas Gunung Abang serta di pura kembali dibuka normal seperti biasa.

Upacara Mesadi dalam Sejarah Budaya Bali

Upacara Mesadi adalah upacara Balinese yang diadakan ketika seorang pasangan baru saja melahirkan bayi kembar. Upacara ini diadakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diberikan. Selain itu, upacara ini pun dipercaya bisa membersihkan aura negatif atau cuntaka yang ada pada bayi kembar beserta keluarganya. Dalam sejarah budaya Bali, upacara Mesadi termasuk dalam salah satu upacara penting yang harus dijalankan oleh masyarakat.

Kontribusi Pokdarwis Abang Erawang

Ketua Pokdarwis Abang Erawang, I Nengah Suradnya, mengatakan bahwa keputusan untuk menutup Gunung Abang dan pura di daerah itu berdasarkan tradisi dan adat yang sudah berlangsung sejak nenek moyang. Pokdarwis berkomitmen untuk akan terus menjaga dan mempertahankan adat dan tradisi di desa adat, serta tetap memberikan kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan setempat.

Jadi, bagi para pendaki dan wisatawan yang sudah merencanakan pendakian atau kunjungan ke Pura di Kintamani, harap memperhatikan peraturan yang telah ditetapkan dan menghormati tradisi serta adat yang berlaku di sana.