Berita Populer

جمع

Memperingati Harlah ke-50 PPP, Tradisi Lama Kita Dikembalikan di Ponpes

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-50 di Pondok Pesantren Nurul Amanah, Jakarta. Acara tersebut bertujuan untuk mengembalikan tradisi partai yang merupakan warisan para ulama. Sebagai Wakil Ketua Umum PPP, Rusli Effendi mengungkapkan bahwa ia berharap acara ini dapat menjadi titik balik bagi PPP DKI dalam bangkit kembali.

Dialog interaktif dengan tema ‘Pengembangan Ekonomi Kreatif di Pesantren’ diselenggarakan pada acara tersebut dan diisi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno mengungkapkan rasa terima kasihnya atas undangan dari PPP dan menyebut kehadirannya sebagai bentuk konsolidasi dan komunikasi jelang kontestasi politik.

PPP sedang menginventarisasi pemimpin bangsa di 2024 dan Sandiaga Uno merupakan salah satu yang dianggap berprestasi. Terkait dengan aspirasi untuk maju di ajang Pilpres, ia menyatakan bahwa hal itu merupakan wewenang dari para pemimpin partai politik dan bahwa mereka tidak boleh mengambil ruang yang bukan wewenang mereka.

Subheadings
– Peringatan Harlah ke-50 PPP digelar di Pondok Pesantren Nurul Amanah
– Rusli Effendi berharap acara tersebut dapat menjadi titik balik bagi PPP DKI
– Sandiaga Uno mengungkapkan kehadirannya sebagai bentuk konsolidasi dan komunikasi jelang kontestasi politik
– Gus Mus mengingatkan PPP agar mengembalikan tradisi lama yang mengakar di masyarakat pesantren

Kehadiran Sandiaga Uno tampaknya melambangkan upaya PPP untuk menjalin komunikasi dan konsolidasi yang baik dengan elit politik lainnya. Sementara itu, Gus Mus, tokoh masyarakat pesantren yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan PPP agar mengembalikan tradisi lama yang mengakar di masyarakat pesantren. Hal ini dapat menjadi energi baru bagi PPP untuk bangkit kembali. Keseluruhan acara Harlah ke-50 PPP di Ponpes dapat dianggap sebagai momentum penting bagi PPP dalam menghadapi kontestasi politik yang semakin ketat.