Berita Populer

جمع

Kendala dalam Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air: Cuaca Papua yang Tak Menentu

Operasi penyelamatan pilot Susi Air, Capt Philip Mark Merthens, yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan, masih terus berlangsung. Namun, TNI mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala yang membuat proses evakuasi menjadi sulit.

Keadaan cuaca di Papua menjadi kendala paling utama dalam operasi ini. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono mengatakan, “Yang paling menyulitkan dalam operasi ini adalah cuaca.” Ia juga menambahkan bahwa hanya sedikit pencarian yang dapat dilakukan karena cuaca yang kurang bersahabat.

Kondisi pilot juga sudah diketahui area keberadaannya, tetapi jalur komunikasi melalui saluran radio pun masih terhambat. Sehingga, operasi penyelamatan menjadi lebih sulit.

Tak hanya kendala cuaca, operasi penyelamatan tersebut juga menelan korban prajurit TNI. Ada satu prajurit telah gugur setelah ditembak oleh KKB. Pratu Miftahul Arifin jatuh ke jurang sedalam 15 meter setelah ditembak oleh gerombolan KKB.

Prajurit tersebut Bertugas dalam rangka pencarian pilot Susi Air di wilayah Mugi-Mam, Kab Nduga. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Herman Taryaman menjelaskan, “Bahwa kejadian tersebut benar yaitu Prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas dalam rangka pencarian pilot susi air di wilayah Mugi-Mam, Kab Nduga, diserang dan ditembak oleh gerombolan KKB, Sabtu, 15 April.” Hal ini menunjukkan bahwa operasi penyelamatan tersebut berisiko dan membutuhkan persiapan yang matang.

Kendala cuaca yang tidak menentu dan risiko operasi yang tinggi harus menjadi perhatian utama dalam operasi penyelamatan seperti ini. Semoga operasi ini segera berakhir dengan selamat untuk semua pihak yang terlibat.