Berita Populer

جمع

Kasus QRIS Palsu di Masjid, Mengungkap Kelemahan Sistem Nama pada QRIS

Ditangkapnya pelaku penempelan stiker QRIS palsu di Masjid Nurul Iman Blok M Square, Jakarta Selatan, memperlihatkan kelemahan pada sistem nama pada QRIS. Namun, mengapa pelaku bisa menggunakan nama “Restorasi Mesjid” untuk akun QRIS-nya?

QRIS Palsu pada Masjid

Berdasarkan pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, QRIS yang digunakan penipu tersebut memang asli dan sah, namun disalahgunakan dengan informasi gadungan. Pelaku ditangkap setelah berhasil menempelkan QRIS keliru tersebut pada 38 lokasi di seluruh Jakarta, mulai dari bank, masjid, hingga pusat perbelanjaan.

Penyebab Kelemahan Nama pada QRIS

Alfons menuturkan hal ini terjadi karena kelemahan dalam sistem yang membuat pengguna QRIS bisa memilih nama apa yang akan ditampilkan pada QRIS-nya. Pada saat membuat QRIS palsu untuk menerima pembayaran, seseorang bisa membuat nama apa pun yang diinginkan, padahal seharusnya nama pada QRIS harus mengacu pada nama pribadi, seperti pada kebijakan pembuatan nama rekening bank di mana nama pemilik rekening harus sesuai dengan identitas yang tertera di KTP.

Perlunya Sisdur Ketat pada Pembuatan QRIS

Sistem dan prosedur (sisdur) pada pembuatan QRIS harus ketat dan diatur seperti pembuatan rekening bank. User harus memastikan bahwa nama pada QRIS-nya sesuai dengan identitas diri, sehingga tidak bisa disalahgunakan atau diduplikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian, pelaku penipuan tidak akan bisa menempelkan QRIS palsu dengan mudah di berbagai tempat seperti masjid atau pusat perbelanjaan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperhatikan masalah keamanan cyber dalam penggunaan QRIS. Sebagai masyarakat, kita harus lebih waspada dan memastikan keamanan sistem pembayaran digital yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.