Berita Populer

جمع

Imigrasi Bantah Petugas Memeras Turis Taiwan di Bali: Tak Ada Bukti, Hoax!

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkumham, Silmy Karim, membantah isu petugas Imigrasi memeras turis Taiwan di Bali. Pihak Imigrasi menelusuri hingga ke pihak yang mengunggah isu tersebut.

Tidak Ada Bukti

Sylmi mengatakan tidak ada bukti yang menyatakan pihak Imigrasi memeras turis Taiwan. Menurutnya, kabar petugas Imigrasi memeras turis di Bali sebagai kabar bohong (hoax) karena tidak ada bukti.

“Kalau tidak ada bukti artinya hoax,” kata Silmy saat dihubungi detikcom, Jumat (14/4/2023).

Penelusuran ke Media Sosial

Silmy mengatakan pihaknya sempat mengonfirmasi akun media sosial terkait kabar turis Taiwan diperas. Dia mengatakan akun tersebut juga tidak bisa menyebutkan sumber valid terkait kabar pemerasan turis Taiwan oleh petugas Imigrasi.

“Kami membantu menelusuri sampai ke pemilik akunnya, ternyata dia mendapatkannya dari media tidak jelas,” katanya.

Viral Turis Taiwan Diperas

Sebelumnya beredar kabar turis Taiwan diperas oleh oknum Bea Cukai di Bandara Ngurah Rai, Bali. Kementerian Keuangan, yang menaungi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menepis kebenaran info viral tersebut.

Informasi viral ini berasal dari keterangan akun Ludai (NeverEnough) di situs forum internet Taiwan, yakni PTT. Disebutkan, Ludai mengambil foto di area terbatas bandara saat tiba di Bali.

Pemeriksaan dan Denda

Dia menyampaikan ada petugas Bea-Cukai yang menghampiri dan membawanya ke ruang gelap. Dia diberi tahu akan dipulangkan ke Taiwan. Dia diinterogasi karena dilarang memotret area tersebut.

Petugas mengatakan ada denda yang harus dibayar, yakni USD 4.000 atau Rp 59 juta untuk kurs saat ini. Namun, karena Ludai baru pertama kali melanggar, petugas tersebut hanya mengenakan denda USD 400 atau sekitar Rp 5,9 juta. Ludai kemudian menawar hingga akhirnya denda menjadi USD 300 atau sekitar Rp 4,5 juta.

Setelah membayar, dia kemudian mendapatkan paspornya kembali. Ludai kemudian diarahkan untuk merekam sidik jari dengan alat fingerprint di ruangan kecil dan gelap, petugas itu menyetempel paspornya. Ludai akhirnya dapat melanjutkan perjalanannya.

Berita selengkapnya dapat diakses di halaman selanjutnya.