Berita Populer

جمع

Fakta Menarik Soal Polusi Udara di Jakarta

Polusi udara semakin menjadi permasalahan penting di Jakarta. Beberapa influencer mendapat kesempatan untuk memantau paparan polusi udara di kota. Salah satu cara unik yang dilakukan adalah dengan menggunakan Dyson Air Quality Backpack. Alat ini berfungsi sebagai sensor udara portabel yang mampu mengumpulkan data polusi udara secara waktu nyata.

Paparan Polusi Udara di Jalanan

Seorang YouTuber dan travel host yang aktif mengendarai sepeda di Jakarta, Bima Aryo, mencatat bahwa kadar PM2,5 meningkat hingga 100 µg/m3 pada malam hari di jalan raya. Kadar PM2,5 lebih lanjut terdeteksi ketika Bima bersepeda di Jakarta Selatan, dengan kadar yang tergolong ‘sangat buruk’ pada Dyson Air Quality Index (AQI). Kendaraan diesel, seperti bus dan minibus, adalah sumber umum polusi di jalanan perkotaan Jakarta. Fenomena emisi yang terperangkap di antara bangunan yang disebut ‘Street Canyon Effect’ dapat meningkatkan kadar emisi di jam-jam sibuk.

Paparan Polusi Udara di Dalam Rumah

Lonjakan kadar VOC terdeteksi di dalam rumah saat memasak, mencapai lebih dari 12.000µg/m3, empat kali lipat di atas batas kadar wajar dan tergolong ‘sangat buruk’ pada indeks kualitas udara Dyson. Selain itu, kadar polusi udara dalam ruang mobil menetap pada tingkat lebih dari 2.000 µg/m3 dan baru turun ketika pengendara keluar dari mobil.

Kampanye Dyson

Melalui hasil pengujian alat Dyson Air Quality Backpack, Dyson bertujuan untuk memberikan perspektif baru tentang kualitas hidup sehari-hari warga Jakarta dan bagaimana paparan polusi yang mereka hadapi. Selain itu, dengan mengembangkan teknologi aplikasi kualitas udara, pengguna dapat mengontrol paparan mereka terhadap polusi.

Kendaraan Ramah Lingkungan

Peningkatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan transportasi publik dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan polusi udara di Jakarta. Pemerintah juga perlu memberikan perhatian lebih pada pengendalian emisi kendaraan agar dapat meminimalkan paparan polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan.