Berita Populer

جمع

Bertemu dengan Prof Chryshnanda, Jenderal Seniman yang Mendorong Pendidikan Moralitas Perwira

Irjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. merupakan seorang guru besar bidang kajian ilmu kepolisian. Beliau memohon untuk tidak termasuk dalam kandidat penerima Hoegeng Awards 2023. Berbicara mengenai Chryshnanda, beliau merupakan seorang jenderal seniman. Beliau menganjurkan pentingnya moralitas perwira dalam dunia kepolisian Indonesia. Dalam wawancara dengan detikcom, Prof Chrys banyak bercerita tentang kegiatan yang dilakukan di kawasan Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi Republik Indonesia atau Sespim Lemdiklat Polri di Lembang, Bandung Barat.

Mengenali Prof Chryshnanda

Bertemu dengan Prof Chryshnanda, detikcom menemukan bahwa beliau adalah sosok jenderal seniman dan pencinta budaya. Beliau juga mendorong pendidikan moralitas di kalangan perwira kepolisian Indonesia. Terlebih lagi, beliau sangat menghargai seni dan budaya, dan menyebarkan ide “art policing” sebagai cara alternatif melakukan tugas kepolisian.

Kepedulian Terhadap Lingkungan

Saat perjumpaan dilakukan, Prof Chryshnanda membawa detikcom ke tempat sumber mata air di kawasan Sespim Lemdiklat Polri. Lokasi tersebut dulunya kurang terawat, namun kini telah diremajakan menjadi tampak lebih asri dan bersih dengan sentuhan seni dan budaya. Berbagai pohon dililitkan dengan kain bali, membuat kawasan tersebut nampak sangat menarik. Hal ini juga menunjukkan kepedulian Prof Chryshnanda terhadap lingkungan.

Program Art Policing

Beliau menganjurkan adanya program art policing dalam konteks kepolisian. Selain itu, beliau juga mendorong adanya pendidikan moralitas bagi para perwira kepolisian. Menurut Prof Chryshnanda, moralitas harus menjadi pondasi dasar dari setiap tindakan kepolisian.

Penataan Kawasan Sespim Polri

Bersebelahan dengan lingkungan sumber mata air, terdapat sejumlah tempat penting di kawasan Sespim Polri. Prof Chryshnanda menjelaskan bagaimana penataan kawasan dilakukan dengan memanfaatkan seni, budaya dan hiasan bulan-bulan. Kamar mandi dan toilet juga direnovasi, pemisahan tempat parkir, malah hingga mencetak spanduk-spanduk bijak yang ditempel di tiap sudut bangunan.

Kesimpulan

Selama perjalanan bersama detikcom, Prof Chryshnanda menunjukkan dirinya sebagai sosok seorang jenderal seniman dan pencinta budaya Indonesia. Beliau juga mendorong kehadiran moralitas di kalangan perwira polisi dan memberi contoh mengenai pentingnya program art policing. Dengan keyakinan dan pendekatan yang bersahabat, beliau menunjukkan kepedulian dan keramahan, termasuk dalam melakukan perbaikan di kawasan lingkungan tempat belajar dan menyebarkan nilai-nilai keamanan serta keselamatan di dalam tugas sebagai seorang polisi.