Berita Populer

جمع

Bertambah Lagi : Eks PM Muhyiddin Yassin Didakwa Pencucian Uang Sebesar Rp 17 Miliar

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, yang sedang menghadapi kasus korupsi dan saat ini menjadi terdakwa, ditambahkan dakwaan baru terkait pemalsuan uang. Dalam persidangan terbaru di pengadilan Shah Alam pada Senin (13/3) waktu setempat, Muhyiddin didakwa menerima dana sebesar 5 juta Ringgit (Rp 17,1 miliar) dari Bukhary Equity Sdn Bhd sebagai Presiden Partai Bersatu dan menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadinya.

Dalil Dakwaan Baru

Berdasarkan dokumen dakwaan, Muhyiddin diduga menerima dana tersebut secara ilegal melalui rekening bank Partai Bersatu di Armbank pada 7 Januari tahun lalu. Dakwaan ini didasarkan pada pasal 4 ayat (1)(b) Undang-undang (UU) Anti-pencucian Uang dan Anti-pendanaan Terorisme dan Hasil Kegiatan Aktivitas Ilegal (AMLATFPUAA) tahun 2001 bersamaan dengan pasal 87 ayat (1) dalam UU yang sama.

Jika terbukti bersalah, Muhyiddin akan dijatuhi hukuman maksimum 15 tahun penjara dan denda besar lima kali lipat lebih besar dari jumlah gratifikasi yang diterimanya. Dalam persidangan, jaksa penuntut menuntut agar kasus pencucian uang ini dipindahkan ke Pengadilan Kuala Lumpur dan diadili bersama-sama dengan enam dakwaan lainnya terhadap terdakwa yang sama.

Persidangan Selanjutnya

Persidangan di Kuala Lumpur dijadwalkan akan digelar kembali pada 26 Mei. Muhyiddin yang juga anggota parlemen wilayah Pagoh mengenakan setelan kemeja warna gelap dan menolak dakwaan tersebut dalam persidangan terbaru.

Perkembangan Terbaru

Berita ini menjadi sorotan publik mengingat Muhyiddin Yassin pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia hingga Agustus 2021. Pengadilan terus mengadakan persidangan dalam kasus-kasus yang dilaporkan melibatkan korupsi dan kejahatan keuangan sehingga dapat ditemukan bukti-bukti yang kuat terhadap terdakwa.

Selain itu, setelah didakwa dengan banyak kasus korupsi, nama Muhyiddin Yassin terus bersinar di berita utama dan menjadi buah bibir di seantero negara Malaysia. Diharapkan vonis atas kasus yang tengah dihadapi ini segera keluar dan masyarakat dapat mengetahui kebenarannya.

Kata Kunci Terkait

  • Muhyiddin Yassin
  • Pencucian uang
  • Kasus korupsi di Malaysia